Minggu, 30 November 2014

Wings (2)

Umm sebenernya banyak hal yang lagi dipikirin dan yang mau dishare, tapi kok bingung yaa mau ngeshare yang mana. Terlalu banyak ide dan belum rampung sampai ke akhir dari apa yang dipikirin dari ide-ide itu. 

Memanfaatkan sedikit waktu ditengah kesibukan antara satu deadline dan deadline lainnya, mending cerita sesuatu yang bermanfaat tapi bukan dari topik yang berat. Topik yang menyenangkan tentunya, yang seruu. Jadi, ini adalah hasil dari memanfaatkan hari yang seharusnya masuk cuman jadi libur gegara dosennya cuti. Tapi udah bisa dipastiin hari-hari berikutnya bakal kejar target banget nih. Mana tuh dosen ngajar dua matkul yang sama-sama susah. Oke, nikmatin ajalah. Ngapain dibikin pusing sama hal yang ga pasti. Gausa takut sama bayang-bayang.

BIG HERO 6



Walhasil kesampean juga buat liat ini, setelah cukup lama bermupeng ria mau liat ini. Sampe ngerengek sama emas buat selesein dua film dalam sehari. Untung orangnya mau hehe.

Dimulai dari adegan adu robot antara Hiro dan si orang berbadan besar, dan jelas dimenangkan sama Hiro si bintang utama. Karena ga terima dikalahin sama bocah ingusan, si lawan yang memang orang yang berkuasa di tempat itu, nyuruh antek-anteknya buat ngambil uang hasil kekalahannya melawan Hiro dan Hiro pun kesusahan melawan mereka. Namun, ada penyelamat ganteng nih ganteng berkendara motor vespa yang menolang Hiro, dialah Tadashi si kakaknya Hiro. Sampe akhirnya mereka ikutan kejaring polisi karena kasus adu robot yang ilegal. 

Setelah itu, Hiro diajak ke Universitas kakanya, dan masuk ke NERD LAB dan emang ini isinya orang pinter semua, bahkan orang teraneh sekalipun. Dan Tadashi pun nunjukin hasil karyanya Baymax - The Medical Robot yang akan aktif bila mendengar kata 'Aww' dan non-aktif setelah si pasien puas dengan pelayanannya. Dan emang dasarnya keluarga pinter ya, nih orang dua ngobrolin hal yang sumpah gue gangerti hehe, sampai pada akhirnya si Hiro bertekad buat masuk universitas itu.

Sempet mandek gapunya ide, Tadashi ga abis akal buat bantuin adenya, bahkan sampe ngejungkir balikin si Hiro biar bisa ngeliat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. And.. Goaaaal. Hiro memukau semua pengunjung di acara seleksi mahasiswa. Bahkan pengusaha terkenal yang mau ngebeli penemuan microbotnya Hiro, tapi ditolak karena dia lebih pengen masuk kampus itu dibandingin uang yang tidak akan terpikirkan oleh bocah berumur 14 tahun. Setelah selese acara ada kebakaran dan Tadashi menjadi korban kebakaran gegara mencoba nyelametin profesor kesayangannya.

Hiro terpuruk dan jadi unsos, dia menutup diri serapat-rapatnya, bahkan dari teman-teman baik Tadashi. Dan... "Aww" Hiro mengucapkan katakata itukarena kesakitan ketiban robot miliknya. Saat itu juga Baymax si robot lucu aktif dan memeriksa Hiro, ini adegan yang kocak banget pastinya. Dan memang si Baymax ini akan menuruti apapun yang akan membuat pasiennya lebih baik, ia menuruti kata-kata Hiro dan menemukan tempat yang memproduksi Microbot milik Hiro yang sudah terbakar saat kejadian. Dan ia pun mendapati bahwa kebakaran itu adalah sabotase, dan menyebabkan kakanya meninggal.

Ia menambahkan program karate pada program Baymax untuk menghadapi si pria bertopeng yang mengendalikan Microbot miliknya. Dan memberikan baju baru untuk Baymax, baju ala-ala Jepang gitu. Namun mereka gagal dan bertambahnya orang yang mengetahui masalah ini. Teman-teman Tadashi. Mereka bergabung untuk melawan si pria bertopeng dan gagal. 


Ternyata pria bertopeng itu adalah profesor yang ingin diselamatkan Tadashi bukan si pengusaha. Ternyata ia dan si pengusaha bekerjasama untuk membuat suatu proyek transportasi, namun ada kesalahan saat simulasi dan menyebabkan putri dari si pria bertopeng menjadi korban. Si pria bertopeng mencoba untuk membalas dendam. Betapa kecewa dan terkejutnya Hiro sampai sampai ia kalap dan membuang program yang dibuat oleh Tadashi. Dan hanya reda saat ia melihat rekaman Tadashi saat membuat Baymax.



Setelah tenang, Hiro dan teman-temannya mulai menyerang si pria bertopeng lagi. Si pria bertopeng ingin membalas si pengusaha dengan memasukkannya ke alat simulasi yang menyebabkan putrinya hilang. Namun aksi ini digagalkan oleh Hiro dan teman-temannya. Sampai saat si pria bertopeng akan kalah dan mereka harus pergi karena alat itu akan menghisap semuanya dan meledak, Baymax menemukan tanda-tanda kehidupan di dalam alat tersebut. Hiro dan Baymax masuk dan menolong putri si pria bertopeng, namun saat perjalan keluar pakaian perang Baymax hancur karena melindungi Hiro dari benda-benda keras yang membahayakan, dan Baymax tidak memiliki kekuatan lagi, hanya tersisa satu alat di tangan Baymax untuk menyelamatkan Hiro dan putri si pria bertopeng.

Hiro tidak menginginkan perpisahan dengan Baymax, namun tidak ada jalan lain, dan sampai pada akhirnya Hiro mengucapkan rasa puasnya untuk perawatan Baymax, dan Bumm... mereka berhasil keluar dari alat tersebut, tanpa Baymax.

Hari berganti dan Hiro pun akhirnya resmi menjadi salah satu mahasiswa di universitas itu dengan teman-teman Tadashi yang juga menjadi temannya. Dan saat ia melakukan tos dengan tangan dari baju robot Baymax yang tersisa ia menemukan program yang dibuat Tadashi, dan ia membuat Baymax lagi dari program tersebut. Ia mencobanya dengan berkata "Aww" dan dibalas oleh sapaan hangat Baymax. Kini mereka berlima dan Baymax menjadi pahlawan di kotanya, dan terus melakukan operasi.



Cerita ini lengkap dari nilai, kasih sayang antara adik dan kakak, peduli antar sahabat, dan kekuatan dari yang namanya 'memaafkan'. Ini bukan hal mudah tapi bukan berarti ini tidak bisa dilakukan. Butuh hati yang besar dan sangat lapang untuk memaafkan kesalahan seseorang, dan gue pun juga masih belajar untuk hal itu. Terkadang rasanya udah bisa ngelakuin hal itu, namun untuk beberapa waktu rasa benci dan kesal itu bisa balik lagi dan dengan mudahnya merusak mood tanpa permisi. So, I try to be better for forgiving others. Ya dan berharap orang lain pun bisa memaafkan kesalahan gue. 

Memaafkan, bukan melupakan, pasti akan ada bekasnya, tapi gaada salahnya untuk memperbaiki. 


*Kenapa tulisan ini makin jauh dari EYD ya?

Sabtu, 22 November 2014

Bismilllah..

Sabtu, 1 November 2014

Ada Musat nih (Musyawarah Tahunan) KSR-STMI. Sebagai anggota yang baik, yaa harus ikutlah acara musatnya, seperti biasa pesertanya cuman sedikit ganyampe 20 orang (re:emang anggotanya sedikit) kayak tahun lalu. Sebenernya jumlah seluruh anggotanya banyak, cuman karena emang lagi sibuk dengan kesibukannya atau karena emang lagi pancaroba, jadi pada sakit.

Acara dimulai jam 9, dan kita (saya dan mimin) datengnya jam 10, si humas udah bawel tuh nge-sms dan nanya-nanyain udah dimana, dan gakita bales. Hehe. Udah nyampe tuh terus kita masuk ke ruangan tempat acara musat berlangsung, pas masuk dan ngisi absen, kita itu urutan 16 sama 17. Udah tuh duduk, ngedengerin komandan hampir dimisioner lagi ngebacain lpj-an. Selesai. Pelepasan jabatan. Pemilihan Dewan Presidium. Terus ngebahas AD-ART dan GBHO bener ga sih?

Acara ngebahas AD-ART ininih yang makan waktu lama banget, semua anggotanya pada detail-detail banget. Padahal jumlah yang hadir cuman sedikit tapi udah ngejelimet gini, gimana kalo UKM yang anggotanya banyak, pantesan musat pada dua hari. Sampe hampir Magrib baru deh tuh selese ngebahas AD-ART dan GBHO.  Dan selanjutnya pemilihan Komandan dan Wakil Komandan periode baru deh

Ditanyain nih siapa yang mau menyalonkan diri menjadi Komandan, daan..... krik krik krik. Gaada yang mau. Atau gaada yang berani? Haha. Entahlah apapun itu, saya lebih berminat jadi sekretaris presidium dibandingin komandan atau wandannya. Tapi gaboleh karena bukan jatahnya. Sampai pada akhirnya ada 2 nama calon yang dicalonkan sama senior yang baru aja lengser, Kartika dan Ipeh. Ipeh? Hah? Hahaha. Bukannya sok pede atau apa, tapi emang udah ada feeling bakalan dipanggil ke depan. Dan kalopun ga menang, udah pasti jadi BPH inti. Gayagaya paranormal gitu. And finally, here I am. Di depan kelas, nyampein visi-misi padahal jawabannya tuh sama sekali ga ngejawab pertanyaan ini loh, dan menjawab beberapa pertanyaan dari anggota Musat yang hadir, yang... sumpah rasanya kayak presentasi manajemen, pertanyaannya gaada yang beres, dan karena setengah hati, dan justru malah mempromosikan lawan hehe jadi ngejawabnya pun ga jelas dan hanya beberapa orang tertentu aja pastiyang ngerti wkwk.

Sesi tanya jawab selese, dan mereka mereka itu pada diskusi tuh, dan lama udah malem mau pulang. Dan sampai pada akhirnya mereka voting dan yang menang tuh Tika, yeyeyeyeye, I'm so happy, karena kalah, tapi eh tapi ternyata peraturannya tuh beda sama taun lalu, jadi karena calonnya cuman dua, jadi kalo menang jadi komandan dan yang kalah jadi wakil. Tetot. Kena jebakan betmen deh. Gajadi seneng deh. 

Niatnya emang biar lebih cepet jadi dalam sehari itu diselesein semua sampe sertijab, tapikan saya ga siap, udah seneng ga menang dan udah dengan pedenya juga ngucapin selamet ke Tika dan bilang jangan pilih saya buat jadi wakil, tapi kenyataannya? Jauh dari perkiraan. Dan pas baca sumpahnya itu loooh, berat banget katakatanya. Sereem. 

Ya, sekarang tinggal waktunya mengemban tugas dan menjalankan amanah dengan baik, yaa meskipun diawalin dengan setengah hati, tapi banyak tanggung jawab yang nunggu setaun kedepan. Dan harus semangat, semoga tetep bisa sepikiran dan sejalan terus sama ketuanya, biar  semuanya lancar aman terkendali.

Kenapa gamau jadi ketua? Sebenernya ini kondisi yang dilema, satu sisi ada keinginan buat dipandang dengan title 'Ketua' ya jelas banyak bonafitnya dari title ini, tapi kalo jadi pertanyaannya adalah 'Can I?' Title besar, title tinggi, bukan cuman bonafitnya aja yang banyak, tapi tanggung jawabnya juga banyak, dan emang dasar bukan anak organisasi dari dulu, jadi rasa ga pede itu ada, dan itu bukan sedikit. Maybe I could, but don't want it. Enakan jadi anggota aja, yang ga perlu mikirin ini itu, cukup ngejalanin jobdes dan selesai.   

It was all over, I had to help the Leader well, and I will. Amin.