Sabtu, 21 Juni 2014

Wings

Peter Pan the happiest boy in the world.
Kenapa? Karena kalo dia ga seneng dia gabisa terbang. Rasa senang adalah satu-satunya senjata dia untuk tetep terus bisa terbang. Terbang bareng tentunya sama peri kecil cantik dan warnanya ijooo, Thinker Bell.

Cerita tentang Peter Pan, merupakan salah satu dari cerita dongeng yang cukup populer. Meskipun kayaknya masih kalah sama cerita Beauty and The Beast. Ceritanya yang menyenangkan, dan tetep yang namanya cerita pengantar tidur pasti punya nilai moral tersendiri buat anak-anak yang di dongengin, tentunya dengan alur cerita ringan dan banyak ngayalnya.

Berawal dari Wendy yang memesona adik-adiknya dengan cerita-ceritanya tentang jagoan, pedang dan Kapten Hook, si bajak laut yang tidak takut apapun, kecuali pada jam yang berdetik. Dan tanpa diketahui ada orang lain yang mendengarnya, Peter Pan dan Thinker Bell. Yang rela-rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendengarkan cerita-cerita Wendy, dan kedatangannya pada malam itu, memberikan petualangan besar bagi Wendy dan adik-adiknya ke Neverland yang ajaib, dimana anak-anak tidak akan menjadi dewasa disana.



Mereka menyukai Neverland, dan sangat menikmati keberadaan mereka disana. Namun, suatu ketika mereka bertiga merindukan rumah. Mereka ingin pulang, namun tak tau caranya. 

Kapten Hook yang sangat ingin mengalahkan Peter Pan, menculik Wendy dan adik-adiknya, tak lupa juga ia meninggalkan racun untuk diminum Peter Pan, dimana hal tersebut tidak dicurigai Peter Pan karena Wendy memang selalu memberikan minuman tersebut. Thinker Bell yang mengetahui hal itu mencegah Peter Pan agar tidak meminumnya, dengan cara meminum minuman tersebut, dan akhirnya Thinker Bell kehilangan cahayanya dan menjadi semakin lemah dan lemah.

Peter Pan dengan marah menemui Kapten Hook, ia marah karena Kapten Hook telah menculik Wendy dan yang lain, serta membuat Thinker Bell mati. Karena Thinker Bell mati Peter Pan menjadi sedih dan kehilangan keceriaannya, maka ia pun kehilangan kemampuannya untuk terbang. Saat Peter Pan kalah dan tersungkur, Kapten Hook memberikan kesempatan pada Wendy untuk memberikan pukulan terakhir, dan Wendy pun memberikannya, tapi itu bukan pukulan melainkan ciuman. Wajah Peter Pan bersemu kembali dan ia sangat senang sehingga ia bisa terbang lagi.

Saat perang antara Peter Pan dan Kapten Hook, turun salju. Ini karena Thinker Bell mati. Lalu Wendy dan lainnya mengucapkan mantra secara bersama-sama. "I do believe in fairy's. I do. I do." secara berulang-ulang dan hal itu berhasil membuat Thinker Bell bercahaya lagi, dan kembali sehat. Langit mendung yang menurunkan salju kembali cerah. Dan Peter Pan pun menang. Lalu Peter Pan mengembalikan Wendy dan anak-anak lainnya ke bumi lagi. Dunia dimana tidak ada keabadian akan masa kanak-kanak, namun siklus yang terus berjalan semakin tua, menjadi tua, dan mati.

Fly with your Happiness, and Belief. 


Selasa, 10 Juni 2014

Attitude

Attitude, yaa itu jadi topik terhangat beberapa minggu belakangan ini.
Karena banyak dosen yang ngebahas hal itu. Ya emang, etika anak-anak jaman sekarang itu udah makin luntur, dan lunturnya tuh banyak. Gue pun juga ngerasain hal itu, karena dari sekian banyak idealitas yang ditanemin ortu khususnya bapak tuh cuman berapa persen gitu yang keserep.

Etika-etika sederhana, kayak menyapa dosen atau cium tangan, atau tata bahasa yang kita pake sehari-hari, yang kadang saking terbiasanya hal itu kita pake pas ngomong sama orang yang lebih tua. Alias songong.

Kurang taatnya sama peraturan yang ada, sampe-sampe ada yang dikeluarin kelas gegara kurang merhatiin dosen yang lagi ngomong. Padahal mah diskusiin pelajaran dia juga. Tapi dosen yang satu ini punya aturan, kalo beliau sedang bicara, dengarkan. Karena ia menyiapkan yang terbaik untuk memberikan yang terbaik pula buat para mahasiswanya. Jadi PERHATIKAN. Mungkin kalo ga disuruh nulis gausa nulis lah ya, liatin aja bapaknya mau ngerti ataupun engga.

Balik lagi ke tata bahasa, anggapan kita kepada dosen dan penempatan jabatan, yang secara ga langsung dan ga tertulis kalo kita harus lebih segan kepada beliau-beliau ini. Bentuk penghargaan kita pada beliau dan salah satu bentuk penghormatan juga sih. Peh kalo nulis surat dicek ricek lagi ya, jangan sampe hal-hal kecil jadi masalah besar. Kecil karena ke-nggaktauan dan besar buat yang mengerti dan merasa tersinggung akan hal-hal kecil yang ada di dalamnya. Nah sekarang kan udah ngerti, jadi harus lebih prepare lagi yaa, dan harus lebih mantep.

Pokoknya minggu-minggu ini digodok banget sama materi yang namanya etika, etika berbicara, etika penulisan, etika pembawaan diri. SOPAN SANTUN.

Kalau A=1, B=2 dst, maka yang paling baik dan sempurna adalah ATTITUDE (1+20+20+9+20+21+4+5) = 100