Peter Pan the happiest boy in the world.
Kenapa? Karena kalo dia ga seneng dia gabisa terbang. Rasa senang adalah satu-satunya senjata dia untuk tetep terus bisa terbang. Terbang bareng tentunya sama peri kecil cantik dan warnanya ijooo, Thinker Bell.
Cerita tentang Peter Pan, merupakan salah satu dari cerita dongeng yang cukup populer. Meskipun kayaknya masih kalah sama cerita Beauty and The Beast. Ceritanya yang menyenangkan, dan tetep yang namanya cerita pengantar tidur pasti punya nilai moral tersendiri buat anak-anak yang di dongengin, tentunya dengan alur cerita ringan dan banyak ngayalnya.
Berawal dari Wendy yang memesona adik-adiknya dengan cerita-ceritanya tentang jagoan, pedang dan Kapten Hook, si bajak laut yang tidak takut apapun, kecuali pada jam yang berdetik. Dan tanpa diketahui ada orang lain yang mendengarnya, Peter Pan dan Thinker Bell. Yang rela-rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendengarkan cerita-cerita Wendy, dan kedatangannya pada malam itu, memberikan petualangan besar bagi Wendy dan adik-adiknya ke Neverland yang ajaib, dimana anak-anak tidak akan menjadi dewasa disana.
Mereka menyukai Neverland, dan sangat menikmati keberadaan mereka disana. Namun, suatu ketika mereka bertiga merindukan rumah. Mereka ingin pulang, namun tak tau caranya.
Kapten Hook yang sangat ingin mengalahkan Peter Pan, menculik Wendy dan adik-adiknya, tak lupa juga ia meninggalkan racun untuk diminum Peter Pan, dimana hal tersebut tidak dicurigai Peter Pan karena Wendy memang selalu memberikan minuman tersebut. Thinker Bell yang mengetahui hal itu mencegah Peter Pan agar tidak meminumnya, dengan cara meminum minuman tersebut, dan akhirnya Thinker Bell kehilangan cahayanya dan menjadi semakin lemah dan lemah.
Peter Pan dengan marah menemui Kapten Hook, ia marah karena Kapten Hook telah menculik Wendy dan yang lain, serta membuat Thinker Bell mati. Karena Thinker Bell mati Peter Pan menjadi sedih dan kehilangan keceriaannya, maka ia pun kehilangan kemampuannya untuk terbang. Saat Peter Pan kalah dan tersungkur, Kapten Hook memberikan kesempatan pada Wendy untuk memberikan pukulan terakhir, dan Wendy pun memberikannya, tapi itu bukan pukulan melainkan ciuman. Wajah Peter Pan bersemu kembali dan ia sangat senang sehingga ia bisa terbang lagi.
Saat perang antara Peter Pan dan Kapten Hook, turun salju. Ini karena Thinker Bell mati. Lalu Wendy dan lainnya mengucapkan mantra secara bersama-sama. "I do believe in fairy's. I do. I do." secara berulang-ulang dan hal itu berhasil membuat Thinker Bell bercahaya lagi, dan kembali sehat. Langit mendung yang menurunkan salju kembali cerah. Dan Peter Pan pun menang. Lalu Peter Pan mengembalikan Wendy dan anak-anak lainnya ke bumi lagi. Dunia dimana tidak ada keabadian akan masa kanak-kanak, namun siklus yang terus berjalan semakin tua, menjadi tua, dan mati.
Fly with your Happiness, and Belief.
