Rabu, 31 Desember 2014

Dear


Dikala semua terasa berat dan semakin berat bagilah denganku. Aku ada disini dan akan terus disini, disisimu. Menemani dan menjagamu. 
Teman yang selalu engkau cari baik senang maupun sulit. Teman yang selalu kau dengar. Teman yang selalu kau terima baik tingkah maupun lakunya. Menjadi teman yang tak ada sedikitpun kau sembunyikan dariku begitupun sebaliknya.
Kawan yang mampu terus mendukungmu. Kawan yang mampu menopang lelahmu. Kawan yang membangkitkan ceriamu, cerita, canda, dan tawamu. Kawanmu.
Aku bukanlah pahlawan di film action, bukan pula putri dari kerajaan-kerajaan negeri dongeng. Aku bukanlah Cat Woman. Aku tidak sesabar Cinderella dalam menghadapi Ibu dan saudara tirinya. Tak secantik Snow White hingga membuat orang lain iri. Tak setangguh Mulan. Tak seberani Ariel dalam mengambil keputusan. Tak seberuntung Sleeping Beauty saat menemukan pangerannya. Tak sebaik Bella yang mempercayai Beast lebih dari siapapun. Tak seanggun Yasmin. Tak sedingin Elsa, sepolos Ana dan yang pasti rambutku tak seindah Rapunzel.
Aku hanya seorang gadis yang sedang membentuk kedewasaan. Sedikit temperamen dan cuek. Banyak pula yang menyebutku galak. Dengan kemeja atau kaos, bukanlah gaun. Dengan sneakers atau sandal, bukan flat shoes atau teman temannya yang menunjukkan sisi feminim seorang gadis. Dari keluarga biasa dan kepandaian yang biasa pula. Segalanya serba biasa saja.
Tapi jikaku bisa, aku ingin terus berada disini. Disisimu. 
Akupun ingin membuatmu bangga dengan segala keterbatasanku, seperti aku yang bangga padamu.
Terus mendampingimu, dan berbagi segalanya.
Menjadi sisi lain untuk melengkapi teka-teki.
Mengisi kekosonganmu.
Still be here for you...

Selasa, 23 Desember 2014

Zzzz

Tanggal 24 kampus sepi banget yaa
Ceritanya dateng pagi meskipun tau kalo si dosen killer tuh ga masuk karena mau nyelesein deadline PTI dan proposal. Tapi apa daya, pas nyampe kampus, eh kampusnya sepi banget, sekre ga dibuka dan sendirian. Walhasil daripada gabut ngeliatin tuh tugas-tugas mendingan manfaatin sedikit waktu buat menyalurkan hobi. What? Sejak kapan hobi nulis? Yang ada tuh buka hobi lagi sekarang, tapi kehilangan feel buat nulis sesuatu yang bermanfaat, at least manfaatnya mengurangi kebetean diri sendiri. Cuma sebatas itu aja, kalo dari segi tulisan yang ada makin amatir dan gakaruan. Yaudah deh sekarang mah tinggal nulis suka suka aja deh, ngisi waktu, cerita apa aja juga boleh.

Tukang Tidur
Ini adalah kesekian kalinya kemakan omongan sendiri, dulu mah always bilang ke temen yang tukang tidur tuh buat ga tidur disembarang tempat, apalagi tempat umum kaya bus, kereta, kelas atau dimana aja deh yang tempatnya tuh agak gimanaa gitu buat tidur. Dan mereka bisa tidur meskipun berdiri. Wiih hebat bener ya, untung ga jatoh.
Dan sekarang, I do, I do that. Tidur dimana-mana. Ga dimana-mana juga sih, cukup di bis atau kereta aja dan kalo sikonnya memungkinkan, duduk manis dan ada sedikit space buat nyenderin kepala, entah itu jendela, tiang atau kalo kepepet ya nyender aja deh ke belakang. Belum semahir untuk tidur sambil berdiri. Tapii ini cukup parah, kalo naik bis, si bapak/ibu kondektur pas narikin tarif bus tuh harus manggil dan nyolek beberapa kali baru bangun, dan hampir beberapa kali kebangun pas di depan kampus, akhirnya jalannya lumayan jauh deh. 
Kalo di kereta pernah nyampe kebablasan nyampe stasiun Depok. Dan gatau harus naik angkot apa kalo dari Depok, karena 112 cuma nyampe Depok Baru. Udah sendirian, malem (jam 9 keatas deh kayaknya), dan pas nunggu kereta balik buat ke arah Jatinegara atau Kota itu lama banget, mana sepii :(( mama si Emas jahat ga nganterin makanya kebablasan *abaikan* Tapi iya juga sih, biasanya kan dianterin.
Dan lebih parahnya, sekarang kalo naik angkot ataupun bawa motor juga jadi ngantukan muluu. Itu kan bahaya banget tuh kalo lagi bawa motor. Yaa semoga aja masih bisa memanage mata biar ga merem kalo ngendarain motor. Amin.

Oke, pelajarannya adalah jangan suka ngatain orang, nanti ketularan. Tapi gimana yaa terkadang tingkah orang lain itu emang lucu dan mengundang candaan tanpa sengaja. Tapi yang namanya ketidaksengajaan itu juga kadang tidak sengaja menyakiti hati mereka *meskipun bercanda* dan akhirnya, secara ga sengaja juga  nular ke diri sendiri. Kayak jerawat, abis bilang ke temen yang jerawatan, eh besoknya ada jerawat yang muncul. Tapi kalo ngatain yang baik kok ga pernah ketularan ya? Ya sudahlah mungkin bukan rejeki. 

Berprasangka baik akan menimbulkan kebaikan pula pada diri kita, begitupula sebaliknya


Minggu, 30 November 2014

Wings (2)

Umm sebenernya banyak hal yang lagi dipikirin dan yang mau dishare, tapi kok bingung yaa mau ngeshare yang mana. Terlalu banyak ide dan belum rampung sampai ke akhir dari apa yang dipikirin dari ide-ide itu. 

Memanfaatkan sedikit waktu ditengah kesibukan antara satu deadline dan deadline lainnya, mending cerita sesuatu yang bermanfaat tapi bukan dari topik yang berat. Topik yang menyenangkan tentunya, yang seruu. Jadi, ini adalah hasil dari memanfaatkan hari yang seharusnya masuk cuman jadi libur gegara dosennya cuti. Tapi udah bisa dipastiin hari-hari berikutnya bakal kejar target banget nih. Mana tuh dosen ngajar dua matkul yang sama-sama susah. Oke, nikmatin ajalah. Ngapain dibikin pusing sama hal yang ga pasti. Gausa takut sama bayang-bayang.

BIG HERO 6



Walhasil kesampean juga buat liat ini, setelah cukup lama bermupeng ria mau liat ini. Sampe ngerengek sama emas buat selesein dua film dalam sehari. Untung orangnya mau hehe.

Dimulai dari adegan adu robot antara Hiro dan si orang berbadan besar, dan jelas dimenangkan sama Hiro si bintang utama. Karena ga terima dikalahin sama bocah ingusan, si lawan yang memang orang yang berkuasa di tempat itu, nyuruh antek-anteknya buat ngambil uang hasil kekalahannya melawan Hiro dan Hiro pun kesusahan melawan mereka. Namun, ada penyelamat ganteng nih ganteng berkendara motor vespa yang menolang Hiro, dialah Tadashi si kakaknya Hiro. Sampe akhirnya mereka ikutan kejaring polisi karena kasus adu robot yang ilegal. 

Setelah itu, Hiro diajak ke Universitas kakanya, dan masuk ke NERD LAB dan emang ini isinya orang pinter semua, bahkan orang teraneh sekalipun. Dan Tadashi pun nunjukin hasil karyanya Baymax - The Medical Robot yang akan aktif bila mendengar kata 'Aww' dan non-aktif setelah si pasien puas dengan pelayanannya. Dan emang dasarnya keluarga pinter ya, nih orang dua ngobrolin hal yang sumpah gue gangerti hehe, sampai pada akhirnya si Hiro bertekad buat masuk universitas itu.

Sempet mandek gapunya ide, Tadashi ga abis akal buat bantuin adenya, bahkan sampe ngejungkir balikin si Hiro biar bisa ngeliat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. And.. Goaaaal. Hiro memukau semua pengunjung di acara seleksi mahasiswa. Bahkan pengusaha terkenal yang mau ngebeli penemuan microbotnya Hiro, tapi ditolak karena dia lebih pengen masuk kampus itu dibandingin uang yang tidak akan terpikirkan oleh bocah berumur 14 tahun. Setelah selese acara ada kebakaran dan Tadashi menjadi korban kebakaran gegara mencoba nyelametin profesor kesayangannya.

Hiro terpuruk dan jadi unsos, dia menutup diri serapat-rapatnya, bahkan dari teman-teman baik Tadashi. Dan... "Aww" Hiro mengucapkan katakata itukarena kesakitan ketiban robot miliknya. Saat itu juga Baymax si robot lucu aktif dan memeriksa Hiro, ini adegan yang kocak banget pastinya. Dan memang si Baymax ini akan menuruti apapun yang akan membuat pasiennya lebih baik, ia menuruti kata-kata Hiro dan menemukan tempat yang memproduksi Microbot milik Hiro yang sudah terbakar saat kejadian. Dan ia pun mendapati bahwa kebakaran itu adalah sabotase, dan menyebabkan kakanya meninggal.

Ia menambahkan program karate pada program Baymax untuk menghadapi si pria bertopeng yang mengendalikan Microbot miliknya. Dan memberikan baju baru untuk Baymax, baju ala-ala Jepang gitu. Namun mereka gagal dan bertambahnya orang yang mengetahui masalah ini. Teman-teman Tadashi. Mereka bergabung untuk melawan si pria bertopeng dan gagal. 


Ternyata pria bertopeng itu adalah profesor yang ingin diselamatkan Tadashi bukan si pengusaha. Ternyata ia dan si pengusaha bekerjasama untuk membuat suatu proyek transportasi, namun ada kesalahan saat simulasi dan menyebabkan putri dari si pria bertopeng menjadi korban. Si pria bertopeng mencoba untuk membalas dendam. Betapa kecewa dan terkejutnya Hiro sampai sampai ia kalap dan membuang program yang dibuat oleh Tadashi. Dan hanya reda saat ia melihat rekaman Tadashi saat membuat Baymax.



Setelah tenang, Hiro dan teman-temannya mulai menyerang si pria bertopeng lagi. Si pria bertopeng ingin membalas si pengusaha dengan memasukkannya ke alat simulasi yang menyebabkan putrinya hilang. Namun aksi ini digagalkan oleh Hiro dan teman-temannya. Sampai saat si pria bertopeng akan kalah dan mereka harus pergi karena alat itu akan menghisap semuanya dan meledak, Baymax menemukan tanda-tanda kehidupan di dalam alat tersebut. Hiro dan Baymax masuk dan menolong putri si pria bertopeng, namun saat perjalan keluar pakaian perang Baymax hancur karena melindungi Hiro dari benda-benda keras yang membahayakan, dan Baymax tidak memiliki kekuatan lagi, hanya tersisa satu alat di tangan Baymax untuk menyelamatkan Hiro dan putri si pria bertopeng.

Hiro tidak menginginkan perpisahan dengan Baymax, namun tidak ada jalan lain, dan sampai pada akhirnya Hiro mengucapkan rasa puasnya untuk perawatan Baymax, dan Bumm... mereka berhasil keluar dari alat tersebut, tanpa Baymax.

Hari berganti dan Hiro pun akhirnya resmi menjadi salah satu mahasiswa di universitas itu dengan teman-teman Tadashi yang juga menjadi temannya. Dan saat ia melakukan tos dengan tangan dari baju robot Baymax yang tersisa ia menemukan program yang dibuat Tadashi, dan ia membuat Baymax lagi dari program tersebut. Ia mencobanya dengan berkata "Aww" dan dibalas oleh sapaan hangat Baymax. Kini mereka berlima dan Baymax menjadi pahlawan di kotanya, dan terus melakukan operasi.



Cerita ini lengkap dari nilai, kasih sayang antara adik dan kakak, peduli antar sahabat, dan kekuatan dari yang namanya 'memaafkan'. Ini bukan hal mudah tapi bukan berarti ini tidak bisa dilakukan. Butuh hati yang besar dan sangat lapang untuk memaafkan kesalahan seseorang, dan gue pun juga masih belajar untuk hal itu. Terkadang rasanya udah bisa ngelakuin hal itu, namun untuk beberapa waktu rasa benci dan kesal itu bisa balik lagi dan dengan mudahnya merusak mood tanpa permisi. So, I try to be better for forgiving others. Ya dan berharap orang lain pun bisa memaafkan kesalahan gue. 

Memaafkan, bukan melupakan, pasti akan ada bekasnya, tapi gaada salahnya untuk memperbaiki. 


*Kenapa tulisan ini makin jauh dari EYD ya?

Sabtu, 22 November 2014

Bismilllah..

Sabtu, 1 November 2014

Ada Musat nih (Musyawarah Tahunan) KSR-STMI. Sebagai anggota yang baik, yaa harus ikutlah acara musatnya, seperti biasa pesertanya cuman sedikit ganyampe 20 orang (re:emang anggotanya sedikit) kayak tahun lalu. Sebenernya jumlah seluruh anggotanya banyak, cuman karena emang lagi sibuk dengan kesibukannya atau karena emang lagi pancaroba, jadi pada sakit.

Acara dimulai jam 9, dan kita (saya dan mimin) datengnya jam 10, si humas udah bawel tuh nge-sms dan nanya-nanyain udah dimana, dan gakita bales. Hehe. Udah nyampe tuh terus kita masuk ke ruangan tempat acara musat berlangsung, pas masuk dan ngisi absen, kita itu urutan 16 sama 17. Udah tuh duduk, ngedengerin komandan hampir dimisioner lagi ngebacain lpj-an. Selesai. Pelepasan jabatan. Pemilihan Dewan Presidium. Terus ngebahas AD-ART dan GBHO bener ga sih?

Acara ngebahas AD-ART ininih yang makan waktu lama banget, semua anggotanya pada detail-detail banget. Padahal jumlah yang hadir cuman sedikit tapi udah ngejelimet gini, gimana kalo UKM yang anggotanya banyak, pantesan musat pada dua hari. Sampe hampir Magrib baru deh tuh selese ngebahas AD-ART dan GBHO.  Dan selanjutnya pemilihan Komandan dan Wakil Komandan periode baru deh

Ditanyain nih siapa yang mau menyalonkan diri menjadi Komandan, daan..... krik krik krik. Gaada yang mau. Atau gaada yang berani? Haha. Entahlah apapun itu, saya lebih berminat jadi sekretaris presidium dibandingin komandan atau wandannya. Tapi gaboleh karena bukan jatahnya. Sampai pada akhirnya ada 2 nama calon yang dicalonkan sama senior yang baru aja lengser, Kartika dan Ipeh. Ipeh? Hah? Hahaha. Bukannya sok pede atau apa, tapi emang udah ada feeling bakalan dipanggil ke depan. Dan kalopun ga menang, udah pasti jadi BPH inti. Gayagaya paranormal gitu. And finally, here I am. Di depan kelas, nyampein visi-misi padahal jawabannya tuh sama sekali ga ngejawab pertanyaan ini loh, dan menjawab beberapa pertanyaan dari anggota Musat yang hadir, yang... sumpah rasanya kayak presentasi manajemen, pertanyaannya gaada yang beres, dan karena setengah hati, dan justru malah mempromosikan lawan hehe jadi ngejawabnya pun ga jelas dan hanya beberapa orang tertentu aja pastiyang ngerti wkwk.

Sesi tanya jawab selese, dan mereka mereka itu pada diskusi tuh, dan lama udah malem mau pulang. Dan sampai pada akhirnya mereka voting dan yang menang tuh Tika, yeyeyeyeye, I'm so happy, karena kalah, tapi eh tapi ternyata peraturannya tuh beda sama taun lalu, jadi karena calonnya cuman dua, jadi kalo menang jadi komandan dan yang kalah jadi wakil. Tetot. Kena jebakan betmen deh. Gajadi seneng deh. 

Niatnya emang biar lebih cepet jadi dalam sehari itu diselesein semua sampe sertijab, tapikan saya ga siap, udah seneng ga menang dan udah dengan pedenya juga ngucapin selamet ke Tika dan bilang jangan pilih saya buat jadi wakil, tapi kenyataannya? Jauh dari perkiraan. Dan pas baca sumpahnya itu loooh, berat banget katakatanya. Sereem. 

Ya, sekarang tinggal waktunya mengemban tugas dan menjalankan amanah dengan baik, yaa meskipun diawalin dengan setengah hati, tapi banyak tanggung jawab yang nunggu setaun kedepan. Dan harus semangat, semoga tetep bisa sepikiran dan sejalan terus sama ketuanya, biar  semuanya lancar aman terkendali.

Kenapa gamau jadi ketua? Sebenernya ini kondisi yang dilema, satu sisi ada keinginan buat dipandang dengan title 'Ketua' ya jelas banyak bonafitnya dari title ini, tapi kalo jadi pertanyaannya adalah 'Can I?' Title besar, title tinggi, bukan cuman bonafitnya aja yang banyak, tapi tanggung jawabnya juga banyak, dan emang dasar bukan anak organisasi dari dulu, jadi rasa ga pede itu ada, dan itu bukan sedikit. Maybe I could, but don't want it. Enakan jadi anggota aja, yang ga perlu mikirin ini itu, cukup ngejalanin jobdes dan selesai.   

It was all over, I had to help the Leader well, and I will. Amin.

Selasa, 14 Oktober 2014

Lieben Oktober

Alhamdulillah...
Bukan cuman Ramadhan aja yang berkah, kalo bisa seluruh hari yang masih bisa dinikmati itu semuanya berkah. Amin. Ih gaterasa udah Oktober aja, udah pertengahan pula. Berarti udah lewat juga momen pertambahan usia, yang emang udah hakikatnya mengurangi jatah hidup di dunia yang fana ini. Harapannya ga banyak-banyak deh semoga diawal kepala dua ini, semua rencana bisa berjalan dengan lancar, kalaupun ga sesuai rencana tapi tetep yang terbaik, khususnya buat kuliah dan kl nanti, dan yang pasti bisa tambah dewasa lebih bijak lagi menghadapi hidup yang makin jelas keliatan rumitnya. Amin.

Tapitapitapi ga sendirian nih tambah usianya, karena Alhamdulillah masih dikasih kesempatan buat ngerayain bareng sama Emas buat kedua kalinya. Tapi dia udah lebih tua. Yaa meskipun rencana ini udah disusun cukup lama dan mateng tapi tetep aja segala sesuatunya masih ada yang ga beres, sempet hampir ngebatalin acara padahal udah sampe tempatnya gegara miskomunikasi, dibumbui sedikit bete dan kekesalan yang berkelanjutan, walhasil tetep lancarlah acara kita, dan kesampean juga akhirnya kita piknik. Sebenernya itu lebih ke kita duduk-duduk aja sih karena peralatan ga lengkap, tapi tetep aja itu piknik buat aku :p Pokoknya seruu.

Makasih buat 10 jam lebih waktunya buat kita dengan semua pengorbanannya. Makasih buat kadonya ngabulin permintaan konyolku meskipun aku masih kurang puas hehe. Makasih udah neken ego kamu buat ngalah dan acaranya bisa berjalan sesuai rencana. Makasih buat dua proker organisasi kita yang ga jatuh di hari itu. Dan yang pasti makasih buat doanya :)) I always pray the best for you dear :*

Dan satu lagi doa serta harapannya, semoga masih ada tahun-tahun berikutnya buat kita, dan pastinya dengan pribadi yang semakin baik tiap harinya. Amin ya Allah. 

Happy 2nd for us, 2 for 20 and 2 for 21. Have a great year for us. :)

Minggu, 28 September 2014

RULES



Rule, this world really full of rules. Why? Because of the rules that make this world. Beauty of world that made from rules. Culture is one of the rules that we really familiar with. As a muslim, this life really full of rules, wajib, sunnah, makruh and haram. That rules that govern our life, with people, surroundings, and absolutely with Allah. And as a human, they make the rules to respect others. And its fitting that we honor the rules.

As a daughter, I have to follow the rules that exist in my family. As a student, I have to follow the rules that exist in my college. As a friend, I have to respect my friends. And as like the others, I have to respect my close friend too. If everything could go well, this world where I am in it, it's gonna be a wonderful life. It will be beautiful world, without crime everywhere. It will be a very good relationship, with no one hurt, without being offended. But it is life, we are diverse, we are different. And often the diferent makes the distance between us, misunderstanding.

The different perspective between one another also causes problem. Some people think it's important, but the others not. Some people think that good, but the others not. Some people say yes, but the other not. Some people say that silence is wrong, but the other say that silence is worth like gold. The different opinion can make good relationship become wrong. And as a growing human, I face the difference of opinion between me and people around me. They often giving me shock therapy. I hope that could make me better, better, and better again.

Like misunderstanding that we faced yesterday, but still. I think it just misunderstanding, hopefully it's not worse problem. I made mistake, and make them disappointed, but I also disappointed in them because something, and I still silence. At least I know who they are. I should apologize to them, but I don't. I have say sorry to them on my message. I already to everything will they do to me. I always had a reason to everything I do, although it's "just for fun". I tell my another friend, and I knew what problem they faced. And I really hope it just misunderstanding. My friend's friend get mad to her without obvious reason. Or my friend was betrayed by her other, two face, the hypocrite. As a friend, I have to respect them, be a good listener and give some solution. Just give the solution, yes or not, it's their choice and their life.


I pray it's really just misunderstanding, and we can fix it. AMIN.

Kamis, 18 September 2014

Meaning of "TEMAN"

Ga asing kan sama katakata ini "TEMAN" ya itu kata emang terdengar sangat familiar. Entah kenapa banyak banget orang yang sangat gamblang mengucapkan 'Dia temen gue loh.' Tapi banyak juga dari mereka yang gatau apasih teman itu? Gimana sih perlakuan kita terhadap teman? Atau apa saja yang bisa kita dapet dari seorang teman.

Kalo menurut Wikipedia, Friendship is a relationship of mutual affection between two or more people.  

Kalo menurut orang yang gue kenal, temen itu orang baik yang asik buat main, alias just for fun. Kelanjutan dari teman adalah sahabat. Sahabat adalah orang yang sangat mengerti kita, ada disaat kita senang ataupun sedih,orang yang selalu mau mendengarkan curhatan kita,tapi ada juga yang bilang sahabat is NOTHING. Gaada apapanya, dan dia itu gaada.

Huooo banyak banget ya pendapat orang lain. Tapi ga selamanya teman berarti manis, tapi ada juga teman yang negatif. Ada juga temen yang nusuk dari belakang. Ada juga temen makan temen, atau temen yang dateng kalo ada maunya aja. Dan masih ada juga temen yang maunya ngebagi sedihnya aja giliran seneng eeeh ditelen sendiri kesenengannya.

Kalo menurut gue temen dan sahabat samasama orang yang bisa diajak seneng, diajak susah dan always ada besides me. Enak banget yaa kalo punya orang yang kayak gitu. 

Terus kalo pacar gimana?
Kalo pacar itu all in one, bisa jadi temen, bisa jadi sahabat, bisa jadi musuh, bisa jadi kakak, bisa jadi adek, bisa jadi orang yang paling bijak, bisa juga jadi orang paling nyebelin. Pokoknya lengkap deh. ^^ 

Terus kalo pacar itu sangat menyenangkan, mau punya banyak pacar?
Enggalah

Kenapa?
Iya kalo lagi seneng mah enak, tapi kalo lagi nyebelin, ya Allah satu aja bikin puyeng apalagi banyak jadi satu aja deh ya.

Terus kalo temen, maunya banyak atau engga?
Ga perlu banyak yang penting mereka bisa ngerti gue, mereka bisa ngedukung apapun yang gue lakuin, mereka bisa negor gue disaat gue salah, mereka bisa tertawa, menangis, gilagilaan bareng. Dan pastinya mereka sebisa mungkin ada buat gue. Dan gue juga bisa memberikan hal yang sama atau bahkan lebih seperti yang mereka lakuin ke gue. Karena temen yang sebener-benernya temen adalah yang masih ada disaat kita berada di dasar, bukan yang ada hanya saat kita di atas. 

Dan semoga orang-orang yang saat ini gue anggep dan menganggap gue sebagai temennya adalah orang yang selalu bisa jadi temen buat gue. Amiiin.

Jadi, hargailah teman yang ada di sekelilingmu saat ini, karena kalau sampai mereka pergi, maka kau kehilangan salah satu harta karun yang kau miliki.

The greatest gift of life is friendship, and I have received it. -Hubert H. Humphrey-    

Sabtu, 13 September 2014

No One Else Like You

No One Else Like You
Adam Levine

Woah
Oh, yeah

Is everything just right
Don't want you thinking that I'm in a hurry
I want to stay your friend
I have this vision that has got me worried
Cause everyone wants someone
That's one cliche that's true
That sad truth's I want no one
Unless that someone's you

And looks like you
And feels like you
And smiles like you 
I want someone just like you
Through and through
I'm forever blue
Cause there's no one else like

I hope that you're not mad
You always said you want a man of action
I'm not the hottest lad, no
There's more to life than physical attraction
You got your special someone
But between me and him, guess who
Will spend their whole life waiting
For someone just like you

That looks like you
That feels like you
That smiles like you
I need someone just like you
Love me true
I/m forever blue
Cause there's no one else like 

Woah

I want you in my arms
I see you in my dreams
I'm gonna make you mine
As crazy as it seems
Girl, you, yes you
I need someone just like you
Love me true
I'm forever blue
Cause there's no one else,
There's no one else
There's no one else I need
Cause you're so fine
You're so fine 

3rd

Ih udah tingkat tiga nih, udah nyusun KRS juga nih, dan udah punya ade kelas baru lagi. Alhamdulillah semoga bisa lulus tepat waktu tahun 2016. Amin.

Semester 5 ini bisa dibilang diawalin dengan kurang mulus, gimana engga? Awalnya Alhamdulillah nih untuk pertama kalinya gampang buat ndapetin ttd Dosen Wali setelah 2 taun kita bersama bu hehe, mungkin karena beliau udah bukan Puket III lagi, jadi ga sesibuk dulu. Tapi, baru dosen wali gue doang nih yang udah ngasih ttd ke anak didiknya, kalo yang lain mah pada beloman dapet. Pernah merasa diposisi mereka, dan kalo kemaren mereka nungguin gue kenapa kali ini gue ga ngelakuin hal sama ke mereka, biar aman juga,at least gue punya temen yang udah kenal dan cukup deket di kelas baru nanti. 

Udah kan nih ya, kita udah dapet semua, tapi ya emang mungkin belum rejeki, gue gadapet semua sks yang mau gue ambil, sekalinya gue bisa ambil atas, tapi gue utang semester 5, ga lucu banget, dan otak-atik beberapa kali akhirnya Alhamdulillah sks wajib semester ini keambil semua dengan konsekuensi gue sisa 5 sks, sayang juga tuh buat ngurangin sks semester 7 yang kita emang udah jelas bakalan sibuk sama KL dan PLO. Ya bismillah aja deh, disyukurin aja, mungkin ini jawaban dari doa gue kemaren yang minta supaya nilai gue semester ini naik lagi, jadinya dikasih sedikit sks biar fokus menghibur diri sendiri.

Oke masalah gue selese, tapi ada yang masih ngeganggu pikiran gue, si Emas sisa 7 sks, dia keabisan kelas gegara nungguin gue input, yah kaan sayang banget itu, kalo gue Alhamdulillah masih keambil 1 matkul semester atas, lah dia? Nihil, sama sekali ga kebagian, sekalinya kebagian eh bentrok.Udah bingung nih, dan nyoba berbagai cara buat ngumpulin massa dan buka kelas baru, tapi kayaknya hal itu susah buat semester ini. Ya memang Ibu kita yang satu itu lagi nyebelin banget semester ini, padahal semester kemarin masih bisa buka kelas. Padahal massanya udah banyak loh, bahkan ada satu matkul yang massanya udah 41 mahasiswa.

Tapi kita ga patah semangat nih, akhirnya kita gantian usaha ke Bapak kita yang baik hati, tidak sombong dan mudah ditindas, karena emang ga jarang lebih galak mahasiswanya daripada Bapak yang satu ini, dan Alhamdulillah dapet 2 sks lagi, dan si Emas dapet 4 sks. Jadi kita samasama sisa 3 sks. Alhamdulillah banget deh punya Bapak yang baik hati kayak yang satu ini ^^ ada maunya coba engga haha.

Udah masalah KRS-an selesai, gue sebagai anggota UKM Korps Suka Rela, bakalan jadi Timkes OSPEK selama 3 hari berturut-turut. Ya gue menepati janji buat dateng setiap hari selama OSPEK tapi gue cuman jaga hari pertama aja, karena hari kedua gue persiapin peralatan buat Demo OSPEK dan hari ketiganya entah kenapa badangue gabisa diajak kompromi, dan sempet gakuat bangun pas paginya. Tapi Demo OSPEK udah berjalan lancar dan anggota-anggota yang susah dihubungin pada bisa dateng semua, at least kita bisa kompak disaat yang dibutuhkan. Dan Alhamdulillah lagi di OSPEK kali ini, si Emas yang bertittle Ketua di organisasinya bisa akur sama Ibu kita yang nyebelin itu, meskipun nyebelinnya dia pasti ada hubungannya dengan kebaikan Prodi kita ya bu, tapi bisa ga bu dikurang-kurangin tuh juteknya. Peace ^^

Yaa meskipun ada beberapa hal yang ga sesuai dengan apa yang udah diharepin, tapi ada beberapa hal baik yang tak terduga. Emang rencana Allah itu jauh lebih sempurna dari apa yang udah direncanain manusia. Tapitapitapi kenapa panggilan akrab panitia OSPEKnya itu Kakanda-Adinda ya, merasa terpanggil gue. Udahlah Peh hilangkan semua pikiran jelek lo itu. Sekarang waktunya bilang WELCOME buat semester 5, PTI ataupun Pemodelan Sistem dan antek-anteknya itu. SEMANGAT !!  

Sabtu, 30 Agustus 2014

Yes ?

Kamu
Itu hidupmu... Itu pilihanmu
Itu adalah sesuatu yang tlah kau pikirkan
Itu adalah sesuatu yang tak luput dari pandanganmu
Sesuatu yang dengan sadar kau pilih
Sesuatu yang dengan sadar kau tahu bagaimanapun hasilnya

Kamu
Itu hak mu, sungguh itu benar-benar hak mu
Tak perlu ada ragu jika kau telah memilih
Tapi pesanku, jadikan itu murni pilihanmu
Pilihan yang tak kan kau sesali nantinya
Pilihan yang sudah siap kau pikul bebannya
Pilihan yang benar-benar sepenuh hati kau memilihnya
Tanpa paksaan

Kamu
Itu kewajibanmu, bertanggung jawab atas pilihanmu
Bekerja keras untuk memenuhi hak mu
Bekerja cerdas agar sesuai perkiraanmu
Bekerja cermat seperti yang kau mau
Lakukan tanpa tekanan
Karna itu kontrak yang kau setujui


Minggu, 03 Agustus 2014

Rice Field

Yeay I'm in my home village. And what? I got the experience.  The experience I really want. And, the experience is... planting rice. Basa inggrisnya ngaco nih ^^. Gapapa namanya juga belajar :p.

Pertama-tama denger kabar nih kalo bude tuh belum tandur (nanam padi dalam bahasa Jawa), dibajak aja belum sawahnya. Daan antusias banget nih, soalnya pengen banget ikutan nanem padi lagi setelah sekian lama pernah dulu waktu masih SD sebelum punya dede, berarti sekitar kelas 1 atau 2, lama banget kaan? Dan waktu dulu emang pasti lebih menyenangkan soalnya belum punya bajak yang modern, masih pake garpu (alat bajak tradisional yang bentuknya emang kaya garpu makan) dan harus pake tenaga manusia, dan aku sama mas-mas ku (dua sodara yang akur banget) soalnya aku kurang akur sama dede, malah naik diatas garpunya, dan ngebiarin Mbah buat narik garpunya, atau sesekali kita gantian bantuin Mbah dengan narik garpunya, lebih ke ngerecokin sih jatohnya, tapi gapapa ya Mbah kan niat kita mbantuin. Maksa banget


garpu (bajak tradisional)


Bajak modern-nya Embah
Ini bisa jadi kendaraan juga loh kalo lagi kepepet atau dari sawah, buat sekalian mampir ke warung ^^

Dan dimulailah dengan perjalanan ke sawahnya nih, dan biar kesannya lebih dapet dan mendramatisir aku mutusin buat naik sepeda ke sawahnya, padahal udah ada motor buat kesana, karna emang jaman udah berubah. Dan dede kesananya naik motor sama masku.


Naik sepeda ininih kalo katanya ini pit (sepeda) jengki, padahal pengen naik sepeda ontanya Mbah tapi lagi dipake, jadi yaa gausah neko-neko lah yaa, pake yang ada aja.

Terus nyampe sawahnya nih, perjalanannya lumayan jauh aaah lebay palingan 300 m dari rumah, tapi karna jalanannya belum alus, dan berbatu, capek loh naik sepeda kesana. Belagu sih padahal ada motor.


Dan sampailah di sawah, langsung ngikutin mas buat tau sawahnya bude tuh yang mana.


Naah ini dia kerjaan yang menanti 

Karena emang baru dibajak, jadi belum bisa langsung tandur, dan kita harus ndaut (nyabutin benih yang udah disemai) dulu, baru besok kita bisa tandur. Benihnya itu gabah yang direndem selama beberapa hari, terus disebar ke sawah, sekitar 3 mingguan baru deh bisa dicabut buat ditanem sesuai dengan yang seharusnya (jarang-jarang).

Nah cara ndautnya itu harus begini


Tapi karena gamau kotor jadi kita ambil di pinggirannya aja ya. 

Dan sempet ngomong gini 'kita mau kerja mas tapi gamau kotor' dan kata mas kita 'yaa berarti salah termpat kalo gitu'. Gapapalah mas namanya juga kita mau ngerecokin.


Inilah hasilnya, dan pas dapet segini


Udah deh memutuskan buat pulang, padahal mah masih banyak banget.

Dan bude sama mas-mas yang lain pulangnya tuh jam 4 sore. Aku gak kuat kalo harus nyampe jam segitu. Dan besoknya tibalah di hari yang amat dinantikan sumpah lebay banget yaa, tapi mau gimana lagi emang ini yang ditunggu-tunggu kebetulan banget pulang kampung pas lagi jamannya tandur. Dimulai lagi nih ke sawahnya pake sepeda lagi, bude sama mas-mas yang lain udah berangkat dari subuh, tapi aku? Jam 8 baru berangkat, soalnya sarapan dulu, terus males-malesan dulu pokoknya emang lelet deh. 


Bude udah dapet banyak, langsung terjun deh ke sawah dan hasilnyaa


berantakan dan


kalo kemaren bebas ga kotor, hari ini super-duper kotor

Terus seperti biasa setelah dapet 4 meter lah padahal sawahnya luas banget dan berantakan akhirnya udahan deh daripada makin nyeleneh dan takutnya nati hasil akhir pas udah berbuahnya kacau mending udahan terus cuci-cuci deh di sumur bor (sumur buat irigasi sawah). Eh emang dasar rejeki anak soleha, ketemu sama pakde lain yang lagi panen cabe, disuruh ikutan panen dan ngebekel buat di rumah.


Dan ini belum pada merah, tapi disuruh yaa lumayan dapet pengalaman lain.


Dan ini hasilnya.

Sempet dimarahin karena kesedikitan, dan mau ditambahin sama yang udah pakde panen. Tapi gamau ah, kan hasil karya sendiri jadi gamau dan biarkan saja. 

Eh bapak nyusul juga sama dede ke sawah, terus nanyain 'Emangnya tau cabe yang udah tua gimana?' Yaa jawab aja deh sesuai yang ditau 'Yang warna merah, tapi kan belum ada tuh yang merah jadi yang gede terus udah keriput.' 'Laah cabe mah semua ujungnya keriput.' 'Masa?' 'Yang udah tua tuh kalo dipencet udah keras.' Ooh baru tau kalo teorinya begitu. Yaa udahlah udah dipetik nanti kalo masih muda yaa tugasnya yang masak aja mama atau bulek yang misahin. Dasar gamau rugi hehe.

Setelah tandur, tugas selanjutnya itu ngerabuk (ngasih pupuk) secara teratur, terus matun (nyabutin rumput liar yang tumbuh), galupa dikasih air dari sumur bornya pakde, dan kalo udah ada buahnyaa, merunduk dan menguning baru deh dipanen, caranya ditebang. Terus digiling buat misahin gabah sama pohonnya, gabah dijemur, baru di selep (digiling lagi buat misahin kulit gabah dan berasnya). Waktu total sekitar 3-4 bulan lah, jadi setaun bisa 3 kali panen, tapi tanah harus dikondisikan lagi dan jujur aku gatau caranya. 


Mesin selep (giling) beras.
Hasilnya ada 3, rambut, katul (dedak), sama beras.

Dan Embah emang harus diacungi jempol deh, karena diusia beliau yang udah kepala delapan, badan beliau masih seger dan beliau juga masih aktif nyawah, dan kalo ada yang mudik pasti dibekelin beras deh pas balik ke Ibu Kota. Emang ga banyak tapi itu bentuk kasih sayang Embah buat anak-cucunya. 

Setelah tau susahnya nanem padi padahal udah tau dan pengen ngulang jadi agak malu karena suka nyisain nasi kalo makan, dan perjuangan Embah sama pakde-bude yang nyawah sebagai mata pencahariannya, dan ga jarang nasi itu hasil jerih payah mereka. Terkesan ga menghargai. Tapii ya mau gimana emang dasarnya laper mata, yang kalo ngeliat apa gitu kayaknya enak, tapi lidahnya ga sependapat. Kadang perutnya juga ikutan ga sependapat.

Life is just like plants, need patience, attention, and sincerity in care, finally produce appropriate results.




Sabtu, 26 Juli 2014

Perjalanan Tiap Tahun

Kalo ngomongin perjalanan tiap taun yaa ga jauh-jauh sama yang namanya MUDIK, ya mudik mengunjungi sanak sodara yang ada di kampung halaman tercinta, maklumlah namanya uga perantau, wajib banget buat kumpul sama sodara-sodara setelah selama setaun nyari nafkah di ibu kota, dan waktu yang jarang banget lebih dari 2 minggu ini adalah waktu buat menghabiskan semuanya, berbagi sama semua. Padahal mau disini atau Depok, gue selalu menghabiskan uangnya bapak yang pasti di dapet dengan jerih payahnya. Maaf ya pak, doain nung 2 taun lagi lulus dan bisa langsung kerja, biar mama sama bapak bisa ngerasain hasil jerih payah nung, meskipun itu gaada seberapanya kalo dibandingin sama apa yang udah nung dapet dari mama sama bapak.

Dan mudik kali ini telat, karena jadwal UAS yang lama banget selesenya. Berangkat dari rumah jam 02.00 Kamis dini hari, dan pas bangun karena silaunya matahari.... jeng jeng masih di Cikampek. Ya Allah macet amat ini, dan bener-bener ga jalan, sekalinya jalan 10 meter eh berentinya lebih dari 5 menit. :( Padahal kalo biasanya tuh Cikampek mah cuman 2 jam aja, lah ini kok ya 7 jam belum keluar. Padahal dikirain macetnya tuh di Comal, ternyata belum juga terlalu jauh meninggalkan ibukota eh sudah dihadang dengan macet yang tak terkira. Masalah selanjutnya adalah, cuman bapak yang nyetir. 

Setelah keluar Cikampek, Alhamdulillah jalanan mulai lancar, dan agak macet lagi di Pejagan, lumayan lah sejam. Dan kita buka puasa di Tegal. Ini baru setengah perjalanan :( Udah deket nih sama Comal, gatau kenapa penasaran banget sama jembatan Comal yang satu ini, dan sekitar sejam setengah dari Tegal kita nyampe tuh di Comal, Alhamdulillahnya disini justru ga macet, tapii pas ngeliat jalur sebelah... Astagfirullah. Jembatannya bener-bener putus, dan sisa jembatannya turun gitu ke bawah, emang karna kondisi jembatan ini lumayan panjang. Dan yang jadi pertanyaan adalah, nanti kalo balik ke Jakarta tuh jalanannya udah bener atau belum? 

Kekepoan akan Comal udah kebayar nih, dan perjalanan selanjutnya Alhamdulillah lancaar, dan Bapak yang karena emang udah capek, mulai stres bawa mobilnya, berasa terbang tuh jalannya, karena emang bis dan truk harus lewat Selatan karena gaboleh lewat Comal, jadi lawannya cuma minibus-minibus gitu. Tapi pas di Batang dan sikon hujan lebat pake banget, tibatiba wipernya macet gamau jalan, hayoo gimana nih? Bapakkan cuman menang punya, beliau kurang ahli masalah-masalah kayak gitu, biasanya mah Lek Rudik yang ngerti, tapi ini Lek Rudik pulangnya abis lebaran. Gimana dong?

Nelpon Lek Rudik nih dan nanya gimana, setelah tau gimana mbenerinnya, masalah selanjutnya adalah ujan gede, kita harus nyari tempat buat neduh dulu, biar bisa leluasa ngebenerinnya, dan kita jalan pelan-pelan sambil liat kanan-kiri barangkali ada bengkel atau tempat neduh. Karena kondisi jalan yang daerah pegunungan jadi pom bensin pun juga langka, setelah jalan-jalan-dan-jalan akhirnya nemu bengkel tambal ban yang cukup gede, bapak minta tolong sama si empunya bengkel, awalnya sih gamau ngasih tempat buat neduh tapi akhirnya beliau berbaik hati buat minjemin tempat neduh. Setelah neduh yaa bapak sama Mas Supri mbenerin sendiri, karena sikon si abang tambal bannya ga ngerti, dan akhirnya bener juga nih wiper, tapi yang dipasang yang sebelah kanan aja. 

Dan kita ngelanjutin jalan lagi, sepanjang perjalanan masih ujan, syukurlah wipernya udah bener meskipun cuman sebelah, dan kita penumpang yang lain tidur, sambil nunggu berenti buat makan. Udah jam 12 nih kok bapak belum berenti buat makan? Ternyata emang si bapak udah gamau lama-lama di jalanan dan mumpung jalannya lancar, jadi beliau ngebut lagi deh bawa mobilnya, berenti tuh cuman ngisi bensin. Untung pas di Tegal tadi mampir ke minimarket buat beli jajan. Dan jam 03.40 akhirnya kita nyampe di Pasar Keras, Ngawi. Nyampe dan saur dulu lah kita, saur Nasi Pecel, favorite banget deh. Dan abis saur kita melanutkan perjalanan yang tinggal tersisa 5 km lagi buat nyampe rumah. Alhamdulillah.

Perjalanan yang biasanya ditempuh cukup dengan waktu 16 jam, kini nyampe 26 bahkan 27 jam, untung bapak tetep fokus bawa mobilnya, dan karena sifat bapak yang gasuka lama-lama di jalan, perjalanan ini ga nambah lama, capek loh cuman duduk aja sepanjang perjalanan, ditambah ada Fatir yang masih bayi, kalo malem pasti nangis karena sempit. Dasar anak kecil.

Kumpul :) (3)

Jum'at, 18 Juli 2014

TMI 2 - 2012 mau ngadain buka puasa bersama nih di Sentiong, rumahnya Naufal. Buka puasa ini terbuka buat semua keluarga TMI 2 baik yang masih eksis atau udah engga. Bahasanya. Pokoknya buat keluarga besar TMI 2 lah.

Berhubung hari ini masih UAS jadi kita bisa konvoi nih berangkatnya sama semuanya. Dan emang yang namanya banyak orang pasti ribet deh nyatuinnya, tapi kita semua fun kok sama acara hari ini :)

Berangkat bareng dari kampus naik motor. Ada beberapa orang yang pengen isi bensin dulu, berhubung kalo ngisi di pom belakang pasti ngantri banget, anak-anak pada mutusin buat ngisi bensin di Taspen. Dan ternyata emang kita kumpulnya disana maaf saya ga denger hehe. Gue sama Sasa, Ida dan Lita, nungguin di luar nih, pas anak-anak pada jalan yaa kita ngikutin dong sama yang lain, pas kebagian banget depan gue si Adit sama Dini dan tiba-tiba mereka belok padahal yang lain pada lurus, bingung dong, gue sama Sasa minta si Adit berenti nih, kita ngomong 'yang lain pada lurus Dit, kok lo belok?' dan Adit dengan lugunya bilang 'gue tau kok jalannya' berarti dia juga ga denger nih kalo ngumpul di Taspen hehe.Yaudah lewat jalan dalem nih, dan kita berempat nyampe duluan di rumahnya Nopal, pas buka WA eh anak-anak pada ribet nih, pada mencar semua, mereka ga barengan juga. Dan pas gue buka hape ada banyak miscall dari si Aris, dan walhasil gue diomelin deh pas dia nyampe, sori mas hapenya di tas, peace.

Akhirnya, satu per satu pada dateng dan pas di rumahnya Nopal, emang dasar TMI 2 yaa kita berisik banget, padahal rumahnya di samping Mesjid loh, parah banget.

Yaa meskipun kita ga lengkap semuanya, tapi kedatangan ex-TMI 2 kayak Reja bulet sama Sintia, itu nunjukin kalopun kita udah gaberada di tempat yang sama, dan udah ga berjuang bareng-bareng, kita tetep masih punya ikatan sebagai keluarga TMI 2.





Look, seberapa narisnya cewe-cewe ini hihi bahkan Hana si adeknya Nopal juga narsis.





Akhirnya foto sama anak cowok juga, susah banget diajakin foto ga gue doang kan yang susah foto


Dan ini ada beberapa foto tahun lalu di Bebek Kaleyo Pulomas




TMI 2 tahun ini kurang Resti yang lagi ujia malem, Gita, Sarah yang lagi sakit, Irul, Faisal yang gatau kenapa ga dateng, sama Ojan dan Reja batak.

Tetep kompak yaa keluarga besar TMI 2, selamat berjuang di tempat lain buat Wahyu, tapi gaada yang namanya mantan, kita tetep KELUARGA :))



Senin, 14 Juli 2014

Kumpul :) (2)

Kalo minggu lalu harinya NYAAAM, minggu ini, Senin ini, 14 Juli 2014 adalah harinya DREAM. Yes We Are Dreamer.

Diah, Retno, ipEh, Adin, Mina. Again teman-teman seperjuangan di kelas tengah-tengah selama SMA, kelas XI. Kami pemimpi saat itu, dan kini saatnya kami memperjuangkan mimpi kami.


Kiri-kanan. Ipeh-Mina-Retno-Adin-Diah

Sama kayak halnya NYAAAM yang terbentuk karena kebersamaan yang terjalin selama SMP. Kamipun juga ada karena kebersamaan yang terjalin selama SMA. 

Kita bahas sedikit satu-satu yaa. ^^

Ipeh, gausah dibahaslah ya kan yang nulis. Kalo mau ngebahas mah pasti yang dibahas baik-baiknya aja nih, jadi biar adil, biar mereka saja yang menilai.

Mina, namanya itu Armina Hasugian. 15 Juni 1994. Si bontot. Orangnya tuh rempong bukan main, cerewet, rame, dan body-nyaa sering bikin envi banyak orang deh. Kenal sama dia waktu kelas XI dan percaya atau engga dia itu pendiem banget waktu itu, mungkin karena belum kenal kali yah. Dan pertama kali ngeliat dia itu langsung mikir kayaknya nih anak NONI deh, tapi ternyata salah, dia anaknya Guru Agama Islam. Haha. Makanya peh jangan langsung nebak gitu ah. Dan kami sekarang sekampus + sekelas.

Retno. Dwi Retno Juniarti. Namanya aja Dwi pasti anak kedua. Temen gue dari SMP kelas VII. Si Einstein. Kenapa? Karena emang nih anak pinter pake banget. Lagi menggantungkan nasib sama Kimia. Padahal gue yang ngebet banget pengen masuk Kimia eh malah nyasar ke Teknik Industri. Si pendiem, karena emang orangnya diem banget. Tapi jeleknya, saat dia udah nyaman sama seseorang, meskipun baru kenal sejam juga, dia bisa jadi sangat transparan, gaada yng ditutup-tutupin. Jangan gitu Ret, takutnya nanti lo dimanfaatin. Gasuka foto kayak gue, tapi belakangan ini sosmed-nya udah sering pake fotonya dia sendiri. Dan hari ini, dia yang minta foto ber-lima. What? Ya mungkin 2 tahun berkutat sama Kimia udah bikin otaknya agak geser. Hahaha.

Adin. Adlina Septyandini. Sempet susah banget buat nyebutin namanya dia, padahal gue ga cadel, kalopun orang cadel juga itu gamasalah karena itu huruf "L" bukan "R". Makanya dipanggilnya Adin. Diaa adalah orang yang mengajarkan gue untuk tidak sesayang itu terhadap seseorang, karena semakin banyak kita sayang dan percaya, maka sebesar itu pula kecewa yang akan kita dapatkan. Ya, kelas XII kita sempet marahan, dan itu bukan waktu yang sebentar, lebih dari satu semester. Mungkin ga selama itu, tapi karena gengsi yang udah berkepanjangan buat ga saling sapa satu sama lain, seleknya jadi lama. Masalah yang sangat sepele, tapi karena satu penyakit yang emang itu ganas banget kita jadi lama seleknya. Penyakitnya tuh namanya GENGSI. Tapi Alhamdulillah hubungan kami udah baik-baik aja sekarang. 

And the last. Diah. Diah Suryani. Kalo gue sih manggilnya BAJA. Kenapa? Itu alok-alokan kita aja jaman dulu. Baja itu Bau Jamban, dan dia bales dendam buat manggil gue BATA, Bau Tai. Ih jorok hehe. Tapi karena nama gue tuh lebih terkenal Ipeh jadinya panggilan Bata itu ga bertahan, tapi kalo Baja masih ada sampai detik ini. Dan dia juga orang yang mengajarkan gue untuk tidak men-cap seseorang sebelum lo kenal dia dengan baik. Dia adalah orang yang gue ih-enggabangetdeh waktu kelas X. Mukanya tuh asli nyebelin pake banget. Eh entah kenapa pas naik ke kelas XI tuh ya sekelas sama dia. Dia pinter, dia yang bisa nyaingin Retno lah, tapi dia tuh ALAY-nya ga ketulungan. TOMBOY-nya ga nahan. Dan satu lagi dia tuh BANOK. Yaa mungkin lingkungan rumah dia yang seperti itu, jadinya pengetahuan dia tentang seks lebih dibanding kita yang lain. Tapi sekarang, dia yang awalnya sangat gue sebel, mukanya dan gayanya itu loh, dan gue kira dia itu senior, telah menjelma jadi orang yang sangat amat friendly, dia ga pernah marah kita katain a, b, c dsb. Dia ga pernah dibuat pusing sama masalah-masalah cemen dan ga kece itu. re:cowok. Tapi dia pernah pacaran kok. Dan dia selalu menikmati setiap apa yang dia lakuin, termasuk gayanya itu yang masih bertahan nyampe sekarang. Kalo tahun lalu dia berpenampilan tomboy dengan rambut cepaknya, hari ini dia super alay dengan rambut ala Andika Kangen Band. Wkwkwk.

Bukan seberapa lama kami berteman. Namun, seberapa jauh kami memahami satu sama lain. Dan seberapa banyak ilmu serta pengalaman yang bisa kita petik dari satu sama lain. Kami masih pemimpi yang memimpikan masa depan kami, namun sekarang kami sedang meniti anak-anak tangga untuk mencapai puncaknya. Thank you so much, for being here in my life. {{}}

Kumpul :)

Rabu, 9 Juli 2014
Pemiluuu, pertama kalinya berpartisipasi dalam pemilihan presiden, pilpres. Udah tua dong. Hehe. Dan hari ini jadi hari libur nasional. Horee *jingkrakjingkrak* ditengah-tengah UAS sih. 


Haha cacat amat yah tuh kelingking.

Selain itu hari ini juga jatuh di tengah-tengah bulan Puasa. Bulan Ramadhan. Bulan penuh bekah. Amin. Dan bulan ini tuh bulannya buat kumpul temu kangen sama temen-temen lama. :) I like it. Dan dengan persiapan yang singkat sekitar 2 hari, kami memutuskan untuk kumpul buka puasa bersama hari ini. Biasanya lama preparenya, ngatur jadwalnya.

Yaa dan hari ini harinya NYAAAM, apa itu nyaaam? NYAAAM itu singkatan nama kami alay yah yang tidak sengaja ditemukan oleh siempunya hape dan kamar. Si Achlita. NYAAAM itu sendiri kepanjangan dari Nur me *tunjuk tangan*, Yuni, Acil, Ade, Arum, dan Mita. Ini ga sengaja loh, kami lagi foto dan posisi kami begini kecuali Acil karena dia yang motoin. Tapi karena inisial namanya ga aneh dan sama dengan 2 orang lainnya, yaa diselipin aja deh akhirnya di tengah. Ini ga maksa ya.

Kami sudah kenal dan berteman sejak 8 tahun yang lalu. Tepatnya 2006. Waktu jaman kelas VII SMP. Waktu kelas VII sih kita cuman kenal muka aja, karena emang notabennya yang ga sekelas. Kalo gue si sekelas sama Yuni di VII-3 dan Mita VII-5, kalo Arum VII-4. Kalo Acil sama Ade gatau deh kelas VII apa, maaf ya lupa. Dan kita dipertemukan waktu kelas VIII, VIII-5, di kelas pojokan, deket toilet cowo dan agak horor. Karena unsur ketidaksengajaan, duduknya depan-belakangan. Acil sama Arum temen silat, Gue sama Yuni, dan Mita sama Ade apa Ade dulu sekelas ya sama Mita. Terus seiring berjalannya waktu kita ke kantin bareng, kelompokkan bareng. Yaa unsur kebareng-barengannya itulah yang bikin makin deket satu sama lain.

Dan saat kita lagi bareng-bareng itu, kita punya basement. Rumahnya Acil. Eh salah kamarnya maksudnya. Dengan sikon ortu yang fine-fine aja dengan keberadaan kami yang berisik ini, dan kamarnya yang luas nyampe sekarang kamarnya Acil masih yang paling luas. Dan Acilnya juga okeoke saja, yauda deh kita kalo ada apapa pasti ngerjainnya dirumah Acil. Sampe buka puasanya di loteng rumahnya. Ini tempat favorit selain kamarnya, tapi sekarang udah dibangun kamarnya Acil, jadi ujung-ujungnya kamarnyalah tempat favorit kami. Hihi.

Tahun terakhir kami lengkap itu waktu kelas X, kita bela-belain untuk nyamperin Ade ke rumahnya, itu jauh banget jalan kakinya. Dua tahun berikutnya cuman berempat (Gue, Arum, Acil, Mita), berlima sama pacarnya Arum (karena susah nyatuin jadwal) padahal Yuni satu sekolahan sama Gue sama Acil. Tahun berikutnya cuman bertiga, anggota yang sama dengan tahun sebelumnya dikurangi gue. Dan tahun ini kembali berempat, karena Ade kerja, dan Yuni ngampus sampe malem. Kenapa ga nyari hari lain? Untuk gue dan Acil itu gamasalah, tapi buat Arum, Mita itu masalah juga karena mereka selain kuliah juga kerja ngiri deh. Jadi yaa kami berpikir daripada ga sama sekali, ya kapan lagi. Agak jahat sih karena yang absen dia lagi dia lagi. Tapi disamping itu semua, kita masih berkomunikasi dengan baik satu sama lain.

Meskipun Ade susah banget dihubungin, tapi setahun belakangan ini kita udah punya nomor teleponnya dia, dan kalo Yuni, entahlah mahasiswi Hukum yang satu ini emang sibuknya ga ketulungan dari jaman SMA. 

Finally gue foto juga ya. Haha. Foto bawah sebelah kanan (kiri-kanan). 
Mita, Arum, Nur kalo sekarang Ipeh, dan Acil sekarang bu haji.


Ade


Yuni

Sebenernya ada sih foto kita ber-enam. Tapi foto jaman dulu itu masih pada preman. Dan alhamdulillah sekarang, gue, Arum sama Yuni udah tobat (pake kerudung) hehe, be better InsyaAllah. Dan kalo si Mita sama Ade sih kita doakan saja yang terbaik buat mereka berdua.

Tahun depan kalo masih dikasih panjang umur dan rejeki, kita kumpul lagi ya. Dan semoga LENGKAP. Amin {{}}. Miss you girls.



Jumat, 04 Juli 2014

My Learn

*narik napas**buang napas**terengah-engah*
Ya Allah, Alhamdulillah nung masih dikasih keselamatan. Alhamdulillah juga ibu itu masih sehat. Entahlah kenapa hari ini, emang dari awal bangun udah ga beres aja rasanya *alasan*

Hari ini nambah lagi pengalaman yang kalo bisa, udah deh sekali aja gamau nambah lagi. Gamau gamau gamau pokoknya gamau. Titik gapake koma.

Ngawalin bangun pagi yang kesiangan, jam 6 kurang 10 baru bangun, padahal janjian buat ngumpulin tugas jam 8 kurang, maksimal jam 8 lah. Alhasil buru-buru deh, mandinya bersih ga bersih deh, geradag gerudug, pecicilan, nabrak sana sini (re: tong sampah, helm, tas dll *kamarnya berantakan*). Pas berangkat, Alhamdulillah jalanannya ga terlalu macet, dan pas di Pasar Kramatjati hampir aja nyerempet nenek-nenek mau nyebrang. Buruburu sih.

Pas deket kampus, sengaja nih ngisi bensin ditempat yang gabiasanya, soalnya mau mampir ke abang prinan. Udah dibela-belain, pas lewat, masih tutup. Nasib-nasib. Yaa terpaksa deh buat ngeprint tugasnya di deket kampus. Dan pas ngeprint, entah itu kenapa dan bagaimana, semua tinta yang keluar warnanya IJO. What? Meskipun pecinta hijau, tapi kalo yang namanya buat tugas, agak waswas juga nih kalo print-outnya begini. Dosennya killer loh. Yasudahlah, udah terlanjur, mau ngeprint disana lagi juga sama aja, dan udah ditungguin juga sama temen.

Udah nih, tugas udah dikasih, udah ditanya-tanyain dan Alhamdulillah, bisa jawab, dan udah selese deh draf-nya tinggal nyusun laporan, dan deadlinenya pas UAS matkul ini. Satu beban udah keangkat. Lega. Dan otak langsung pindah ke pikiran lain dan tugas lain, yang deadlinenya Kamis depan. Padahal tugas yang deadlinenya Selasa aja belum disentuh. Kembali ke taun lalu, GAMTEK. Tugas ini tuh tugas skill yang, i think i can do better than them, but my score not better than them. Haha. Teorinya jadi tugas mengarang soalnya. Dan progress tugas yang ini lumayanlah diatas 50%. Pulanglah kita, saya + temen-temen sekelompok.

Udah nih, temen yang nebeng udah turun juga nih, dan jalanan tuh yaa maceet, padahal baru jam 4. Efek puasa kali yah. Dan karena cuman sendiri, motor berasa enteng, berani narik gas lah sedikit. Dan pas di jalur lambat, motor-motor yang pada kenceng-kenceng pada ngerem mendadak nih, kaget dong, dan refleknya agak kurang, dan pas ngeh, ternyata ada ibuibu nyebrang, dan kalo tadi pagi cuman hampir nyerempet, sore ini pas banget tuh ibu di depan motor, dan remnya tuh ganyampe, jatohlah si ibu. Kaget, bingung mau ngapain dan gangerti mau gimana. Bukannya langsung nolongin malah ngeliatin dulu. Baru deh dengan bodohnya, ninggalin motor di tengah jalan buat bantuin ibunya ke pinggir.

Ada abang ojek yang minggirin motor. Dan panik luar biasa ngeliat si ibu jalannya agak tertatih sambil megangin pinggang belakangnya. Minta maaf malah dibilang bego. Iyasih emang bego juga yah, masih aja pake mikir buat ngerem, aturan mah kalo ngeliat yang di depan ngerem langsung ikut ngerem aja, gausa terkesima dulu, kelamaan nih nyernanya. Dan si ibu minta ganti rugi buat pijet. Gapaplah itu ga seberapa, yang penting ibunya ga kenapa-napa. Abis nganterin ibunya ke angkot dan cium tangan tanda damai. Mulailah kaki diterjang gemetar hebat. Pelupuh mata penuh sama air dan hujanlah di tempat. 

Rasanya nyawa mau ilang, tuh tadi kalo telat dikit lagi buat ngeremnya, apa jadinya tuh ibu. Dan berapa besarnya tanggung jawab itu secara mental maupun materi. Udah mentalnya jatoh gegara nabrak pasti trauma bawa motor, ditambah dimarahin pastinya, mau kayak apa tuh beban moral yang harus diterima. Untungnya Allah masih sayang sama nung, dan ibu itu. Dan nung masih dikasih kesempatan buat perbaikin semuanya, dan lebih hati-hati lagi.

Seberapapun terdesaknya kita oleh keadaan, Keep FOCUS, CALM, and be CAREFULL. Karna sedikit saja kita lengah, efeknya bisa bertahan seumur hidup.




Selasa, 01 Juli 2014

Nikmatnya.. dan Nikmatilah

Hari Selasa, hari ketiga puasa, awal-awal puasa, dan perdana banget buat jam kuliah pengganti. Pengganti apa? Simprod, Sistem Produksi. Yang dosennya galak, tugasnya banyak, ditambah mata berat dan perut keroncongan, berhasil banget bikin hari ini jadi Nikmaaat...

Gimana ga nikmat, abis libur nih beberapa hari, sikonnya lagi puasa, dimana abis saur dan subuh pasti tidur lagi, dan karna tumben-tumbenan libur, mama juga ga bangunin, mumpung anaknya bisa bangun siang, alias cukup tidur padahal kebanyakan. Terus tiba-tiba harus bangun pagi lagi, mandi, beberes dan berangkat kuliah jam setengah 7 karna masuknya jam 8. Dosennya killer, kan bete kalo udah bangun dan berangkat pagi tapi telat dan ga dapet absen. Mata masih ngantuk banget tuh, bawa motor, soalnya kalo naik umum takut pulangnya kemaleman dan ga sempet teraweh, meskipun hari ini ga teraweh juga.

Udah nih, dosen masuk, ceritalah beliau panjang lebar, tapii mata udah mau rapet, duduk di depan lagi, coba dibelakang udah tewas mungkin dan masuk ke alam mimpi hehe. Berapa ratus kali nguap dan rasanya udah pengen nempel aja ke tembok. Udah selese nih ceramahnya, baru deh masuk praktikum, Alhamdulillah kalo praktek kan kerja tuh, ngitung ini lah ngitung itu lah, atau nulis ini nulis itu, lumayan kan ga nganngur, dan kengantukan pun mulai ilang.

Ngerjain tugas nih, 4 soal, ngelanjutin soal kemarin, soal ke 13, tapi anaknya banyaaak banget, sampe H. Udah gitu bingung lagi, tapii yaa untung dosennya masih di dalem kelas jadi bisa nanya, meskipun setiap pertanyaan kita ga pernah dijawab sama dia, kalopun dijawab pastinya rasanya ada aja yang kurang, dan masih harus mikir lagi, iyalah kan udah mahasiswa bukan anak SD lagi, tapi tetep aja itu nyebeliin.

Udah nih, soal 14, 15 udah yang terakhir nih ga ngerti, Sequensing tuh gimana? Dan pas jelasin, again dia selalu ngomong secara nanggung, alias ga kelar, dan anti-klimaks. Yasudahlah ntar ditelaah lagi aja kalo gitu.

Dan pas udah mau selese nih, kita mendebatkan no.15, waaah mulai nih serunya, adu argumen, adu otot, adu  suara, adu-adu lah pokoknya. Sempet heran sih padahal, perut laper, kelas dingin gitu ya, tapi masih aja ada tenaga buat narik urat dan ngotot-ngototan. Hehehe. Ininih seru, yang dipikirin bukan laper lagi kalo gini, ahaha. Dan matkul ini adalagi hari Jum'at. :((

Udah selese, rapatlah kita. Acara baksos. Debat lagi nih. Heran kenapa sih seneng banget debat ya cewe-cewe ini, ga cape apa? Udah asar loh, jam-jam genting nih. Kenapa yang diomongin laper mulu ya, mungkin karena emang abis sakit dan gaboleh makan ini-itu, terus pas sehat, dihajar semua deh dan jadi makan lebih dari 3 kali sehari beberapa hari sebelum puasa, makanya jadi laperan mulu. Alesan. Hehe.

Setelah rapat, Asar dulu kita. Abis itu 'ngukur', hayoo ngukur apalagi nih, ngukur produk buat tugas APSK 2. Heran-heran kenapa sih dijadiin rutinitas banget, ngedeadline di hari-hari menuju UAS. Nyiksa banget ini, kenapa ga dikasih dari kapan tau tugasnya. Mana besok kuis Pemasaran, tambahan APSK 2 juga. Dan masalahnya ini juga bulan puasa, dimana waktu malam makin dikit, dan inti dari semuanya tuh harus dijalanin bukan diprotesin.

Dan alhasil, azan magrib dan masih di Jatinegara. Salah jalan hari ini dan jatohnya muter-muter. Kalo ga muter-muter mungkin udah di Cililitan nih. Mau berhenti, males banget, jalanan ga terlalu macet, dan pengen cepet-cepet nyampe rumah. Jam 18.37 nyampe rumah. Alhamdulillah langsung ngebatalin puasanya, daaan lanjut lagi kita berpetualang, kali ini sama Mama, Bapak dan Dede. Kita muter-muter aja lah, dan meskipun ini menyenangkan tapi ini ngeganggu jadwal buat ngaerjain tugas, dan belajar *kalo mau*. Nyampe rumah udah malem udah jam 10an, tapi bukannya belajar malah nge-blog hahaha.

Terkadang, semakin banyaknya masalah yang kita hadapi dalam satu waktu, mampu menunjukkan kemampuan kita yang sebenarnya. Namun, saat semua tidak berjalan sebagaimana mestinya, bukan kemampuan yang terlihat tapi keterpurukan akan kegagalan yang dirasa. So, nikmati ajalah, kalo gabisa yaa ga ada salahnya untuk minta bantuan sama orang terdekat. Heca !

Sabtu, 21 Juni 2014

Wings

Peter Pan the happiest boy in the world.
Kenapa? Karena kalo dia ga seneng dia gabisa terbang. Rasa senang adalah satu-satunya senjata dia untuk tetep terus bisa terbang. Terbang bareng tentunya sama peri kecil cantik dan warnanya ijooo, Thinker Bell.

Cerita tentang Peter Pan, merupakan salah satu dari cerita dongeng yang cukup populer. Meskipun kayaknya masih kalah sama cerita Beauty and The Beast. Ceritanya yang menyenangkan, dan tetep yang namanya cerita pengantar tidur pasti punya nilai moral tersendiri buat anak-anak yang di dongengin, tentunya dengan alur cerita ringan dan banyak ngayalnya.

Berawal dari Wendy yang memesona adik-adiknya dengan cerita-ceritanya tentang jagoan, pedang dan Kapten Hook, si bajak laut yang tidak takut apapun, kecuali pada jam yang berdetik. Dan tanpa diketahui ada orang lain yang mendengarnya, Peter Pan dan Thinker Bell. Yang rela-rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendengarkan cerita-cerita Wendy, dan kedatangannya pada malam itu, memberikan petualangan besar bagi Wendy dan adik-adiknya ke Neverland yang ajaib, dimana anak-anak tidak akan menjadi dewasa disana.



Mereka menyukai Neverland, dan sangat menikmati keberadaan mereka disana. Namun, suatu ketika mereka bertiga merindukan rumah. Mereka ingin pulang, namun tak tau caranya. 

Kapten Hook yang sangat ingin mengalahkan Peter Pan, menculik Wendy dan adik-adiknya, tak lupa juga ia meninggalkan racun untuk diminum Peter Pan, dimana hal tersebut tidak dicurigai Peter Pan karena Wendy memang selalu memberikan minuman tersebut. Thinker Bell yang mengetahui hal itu mencegah Peter Pan agar tidak meminumnya, dengan cara meminum minuman tersebut, dan akhirnya Thinker Bell kehilangan cahayanya dan menjadi semakin lemah dan lemah.

Peter Pan dengan marah menemui Kapten Hook, ia marah karena Kapten Hook telah menculik Wendy dan yang lain, serta membuat Thinker Bell mati. Karena Thinker Bell mati Peter Pan menjadi sedih dan kehilangan keceriaannya, maka ia pun kehilangan kemampuannya untuk terbang. Saat Peter Pan kalah dan tersungkur, Kapten Hook memberikan kesempatan pada Wendy untuk memberikan pukulan terakhir, dan Wendy pun memberikannya, tapi itu bukan pukulan melainkan ciuman. Wajah Peter Pan bersemu kembali dan ia sangat senang sehingga ia bisa terbang lagi.

Saat perang antara Peter Pan dan Kapten Hook, turun salju. Ini karena Thinker Bell mati. Lalu Wendy dan lainnya mengucapkan mantra secara bersama-sama. "I do believe in fairy's. I do. I do." secara berulang-ulang dan hal itu berhasil membuat Thinker Bell bercahaya lagi, dan kembali sehat. Langit mendung yang menurunkan salju kembali cerah. Dan Peter Pan pun menang. Lalu Peter Pan mengembalikan Wendy dan anak-anak lainnya ke bumi lagi. Dunia dimana tidak ada keabadian akan masa kanak-kanak, namun siklus yang terus berjalan semakin tua, menjadi tua, dan mati.

Fly with your Happiness, and Belief. 


Selasa, 10 Juni 2014

Attitude

Attitude, yaa itu jadi topik terhangat beberapa minggu belakangan ini.
Karena banyak dosen yang ngebahas hal itu. Ya emang, etika anak-anak jaman sekarang itu udah makin luntur, dan lunturnya tuh banyak. Gue pun juga ngerasain hal itu, karena dari sekian banyak idealitas yang ditanemin ortu khususnya bapak tuh cuman berapa persen gitu yang keserep.

Etika-etika sederhana, kayak menyapa dosen atau cium tangan, atau tata bahasa yang kita pake sehari-hari, yang kadang saking terbiasanya hal itu kita pake pas ngomong sama orang yang lebih tua. Alias songong.

Kurang taatnya sama peraturan yang ada, sampe-sampe ada yang dikeluarin kelas gegara kurang merhatiin dosen yang lagi ngomong. Padahal mah diskusiin pelajaran dia juga. Tapi dosen yang satu ini punya aturan, kalo beliau sedang bicara, dengarkan. Karena ia menyiapkan yang terbaik untuk memberikan yang terbaik pula buat para mahasiswanya. Jadi PERHATIKAN. Mungkin kalo ga disuruh nulis gausa nulis lah ya, liatin aja bapaknya mau ngerti ataupun engga.

Balik lagi ke tata bahasa, anggapan kita kepada dosen dan penempatan jabatan, yang secara ga langsung dan ga tertulis kalo kita harus lebih segan kepada beliau-beliau ini. Bentuk penghargaan kita pada beliau dan salah satu bentuk penghormatan juga sih. Peh kalo nulis surat dicek ricek lagi ya, jangan sampe hal-hal kecil jadi masalah besar. Kecil karena ke-nggaktauan dan besar buat yang mengerti dan merasa tersinggung akan hal-hal kecil yang ada di dalamnya. Nah sekarang kan udah ngerti, jadi harus lebih prepare lagi yaa, dan harus lebih mantep.

Pokoknya minggu-minggu ini digodok banget sama materi yang namanya etika, etika berbicara, etika penulisan, etika pembawaan diri. SOPAN SANTUN.

Kalau A=1, B=2 dst, maka yang paling baik dan sempurna adalah ATTITUDE (1+20+20+9+20+21+4+5) = 100